Dialog Imajiner 2: Bayi Indonesia, Bayi Palestina dan Umarku
Dialog Imajiner 2
Bayi Indonesia, Bayi Palestina dan Umarku
–Gelora Hati Calon Abi–
Tatag Warasto
Abi: Sedang apa engkau nak…
Umar(Ummi inside): Sedang bercakap Abi, nanti kuceritakan.
Mungkin sudah 40 hari engkau dalam perut Ummimu. Mungkin engkau sudah merasa apa yang Ummi rasa. Mungkin Ummi sudah terbiasa dengan kantuk lelahnya kehamilan. Mungkin engkau masih hafal lafadz perjanjian dengan Tuhanmu. Mungkin sebentar lagi kami (Abi dan Ummi) akan melihatmu bergerak-gerak dalam layar teknologi tinggi, USG.
Abi: Sudah belum…
Umar: Belum Bi…
Continue reading this entry »
CINTAKU…
–Gelora Hati Calon Abi–
Abi: Sedang apa nak…
Umar(Ummi inside): Sedang tumbuh Abi…
Oh tumbuh, berkembang, berjuang bersama Ummi.
Tetapi berapa minggu umurmu kini? 2 minggu? 4 atau 6 kah?
Mungkin cikal bakal otak sudah terbentuk, sehingga kita bisa mulai berinteraksi. Saling bertanya, walau akhirnya Ummi yang menjawab. Itu jugalah jawabanmu. Jawaban yang kami inginkan. Jawaban insan beriman yang kelak, di umur yang belum belasan sudah enggan mencari-cari alasan untuk mengatakan yang benar.
Seperti Abdullah Ibn Zubair yang ditanya Umar Ibn Khatab; “Kenapa kamu tidak menghambur bersama teman-temanmu yang lain,” di pasar waktu itu. Jawabnya; “Jalan masih luas, lagi pula aku tidak punya salah terhadapmu, untuk apa aku lari?” Continue reading this entry »
Kampanye AIDS vs Kampanye Kondom
“Jadi kita menggunakan kondom untuk membuat kita menjadi ingat bahwa kalau kita mau melakukan seks, kita harus melakukan seks yang aman. Kalau sudah waktunya kita harus menggunakan kondom.” Kata Rafael Hendrikus da Costa, “Jadi tidak hanya sebatas kita sampai pada misalnya level kecamatan. Harus sampai ke ibu-ibu, remaja, putra-putri. Tidak hanya level-level tertentu saja. Jadi semua level harus mendapatkan informasi-informasi itu.” Seperti dilansir situs Radio Nederland Wereldomroep.
Jumlah penderita aids meningkat setiap tahunnya. Selalu meningkat. Seakan tidak ada upaya untuk menekan lajunya. Dimanakah kesadaran semua elemen bangsa ini untuk saling bekerjasama menekan angka kematian oleh sebab virus satu ini. Tak ada? Banyak. Tapi apa?
Continue reading this entry »
MUSIM MUHASABAH
Hujan telah tiba. Telah lama tiba dan berkali-kali. Menuruti sekaligus memberi ‘pelajaran’ kepada siapapun yang tak sabar menungguinya. Menggerutui kenapa tak hadir-hadir. Meradang karena tak datang-datang. Padahal hukum alam punyai mekanisme self-protector-nya sendiri. Yang tak mempan diramal. Yang tak diralat walau digugat. Seperti kita dihukumi pada kondisi ini, alam juga tunduk, patuh, taat seperti kita (semestinya) taat.
Arisan Mimpi
“Aku kecewa!” Kata itu membuka dan menutup sekaligus percakapan yang lebih pantas disebut mutaba’ah yang memang bisa dilakukan kapan saja terutama ba’da kegiatan dituntaskan, Daurah. Baru kali itu kekecewaan muncul dari sekian banyak event yang kami dalangi. Satu kali, sudah cukup untuk kembali ber-azzam menjadilebih baik lagi.
Keberkahan kata yang karenanya mutaba’ah yang tulus sebuah wajihah amal islami kembali menemukan stabilitas bukan karena susunan kata itu tajam, tegas bahkan indah serta dituturkan oleh pimpinan struktur b
ahkan murabbi dengan segala keutamaanya sekalipun. Tanpa bermaksud mendobrak sistem, mari kita sama-sama memutaba’ahi. Karena; kita telah menyaksikan begitu banyak yang mampu dan punya kesempatan berkata-kata namun tak sedikit pula kata yang keluar itu menjadi bumerang, senjata makan tuan bahkan wajihah mangkrak. Yang manakah yang rusak? Sepion atau kalkson kah? Penutur kata lebih tahu jawabannya, asal tidak ngawur.
Continue reading this entry »
Qurban Abi?
–Gelora Hati Calon Abi–
Tatag Warasto
Mimpi itu berkali datangnya. Bertubi menyergapnya. Berhari-hari. Berkali-kali. Kemanusiaannya diuji keberimanannya sekaligus. Benar-benar diuji. Ayah mana yang tega memutus aliran darah, darahnya sendiri? Tak ada. Kecuali ayah-ayah dalam kemelut, kabut zaman suram. Dimana ikatan apapun, tak terkecuali ikatan akidah, tak mampu membendung tangannya untuk membanting buah hati yang menangis meminta air susu Ibunya.
Sang nabi hendak diuji. Walaupun kenyataannya kita tahu saat ini, sejarah itu tak henti-henti dikaji. Tak selesai-selesai digali hikmahnya. Siapakah yang menjamin keberhasilan itu? Allah. Semua kita kembalikan kepada-Nya. Sekarang kita membicarakan qurban kita. Sekarang saatnya kita menghitung qurban kita. Dalam rangka instrospeksi. Bukan dalam rangka bakhil.
Continue reading this entry »
Suka Yang Mana
SUKA YANG MANA
–Gelora Hati Calon Abi–
Tatag Warasto
Lebih suka yang mana nak, Abi ceritakan tentang heroisme para syuhada yang membuat getar-getar seantero jagad yang karenanya agama batu ini yang terkesan primitif mampu membuat zionis kocar-kacir. Begitulah agama kakekmu, Ibrahim. Membuat hina musuhnya tanpa delik hukum. Tidak ada tuntutan-tuntutan yang dikoar-koarkan. Semua mengalir seperti aliran darah dari jantung menuju otak. Berat. Tapi dahsyat. Roket yang berbahan selongsong tiang listrik roboh dengan hulu ledak bumbu dapur dan bahan kimia seadanya, lenyap dari mata jalang radar manapun. Tak tahu kapan disulut, tak kelihatan menerobos angin, hanya efeknya yang diratapi. “900 roket yang kami ‘muntahkan’ kemarin itu tidak ada 1%-nya.” Continue reading this entry »
Memudarkan Peran Wahyu
MEMUDARKAN PERAN WAHYU
–Gelora Hati Calon Abi–
Tatag Warasto
Kotak mungil itu tidak lain adalah sumber malapetaka bagi keluarga yang memicu seorang bapak jajan diluar tanpa rasa berdosa atau seorang ibu yang kehilangan keibuannya dan seorang remaja yang kreatif mengeksplorasi tubuh mereka dalam kerja kelompok khusus bersama teman lawan jenisnya dan bersama-sama mempublikasikannya. Continue reading this entry »
Pergantian Presiden dan Ketua MPP PKS
“Pergantian mereka merupakan bentuk konsistensi PKS dalam menjaga komitmen kenegarawanan,” kata Sekjen DPP PKS Anis Matta dalam jumpa pers di Gedung Markas Dakwah (Kantor DPP) PKS, Jakarta, Ahad (25/10).
PK-Sejahtera Online: Jakarta, Ahad (25/10). Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring dan Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS Suharna Surapranata secara resmi mengundurkan diri, menyusul penunjukkan keduanya sebagai menteri dalam Kabinet Pembangunan Indonesia Bersatu II. Continue reading this entry »
Yang Memalingkan Muka
YANG MEMALINGKAN MUKA
–Gelora Hati Calon Abi
Tatag Warasto
Unsur ekstra keras dan paling dahsyat daya tekannya serta terus bertubi-tubi menyerang dari luar narasi kehidupan tarbawiyah bagi keluarga dakwah juga yang paling berpengaruh setelah berpengaruhnya didikan Abi dan Ummi dalam usia belia mereka membentuk rumah tangga imani mereka dalam bingkai baiti jannati adalah komunitas, lingkungan dan masyarakat.
Masyarakat, sebagaimana dalam tingkatan amal kita adalah tangga ketiga menuju diterapkannya syariat Islam. Masuknya keluarga dakwah ke kancah masyarakat hedonis, apatis atau anarkis sekalipun adalah penetrasi awal lingkungan terciptanya kehidupan Islami. Memang mau tidak mau kita harus datang ke kenduri. Continue reading this entry »



Seorang paruh baya duduk di pojok lapangan depan masjid malam itu. Sendiri. Mencari-cari sebuah makna yang tepat, cita-cita yang bulat, serta cermin yang jernih. Lama. Dan tidak ketemu-ketemu selain gelar; TATAG WARASTO. --Thanks for the name, Dad!--